Keterangan singkat h agus salim dan

Riwayat hidup h. agus salim Zainatun Nahar. Ia adalah contoh nyata bagaimana seorang pemimpin dapat menginspirasi generasi selanjutnya dengan integritas dan kerja keras. Di antara tahun ia laksana bintang cemerlang dalam pergolakan politik Indonesia, sehingga kerap kali digelari "Orang Tua Besar" The Grand Old Man. Hurgronje , a prominent colonial administrator best known for his study of native affairs, took Salim under his wing and arranged for him to leave the Indies in to work as an interpreter and secretary at the Dutch consulate in Jeddah , where he handled hajj affairs; in some way, it was to distance him from the radical teachings of a close relative, the well-known Shafi'i imam of Masjid al-Haram Ahmad Khatib al-Minangkabawi.

Agus Salim

Agus Salim ( 8 Oktober &#;&#;&#;4 November ), lahir dengan nama Masjhoedoelhaq (berarti "pembela kebenaran"), adalah seorang pejuang kemerdekaanIndonesia dan juga sebagai bapak pandu Indonesia. Ia ditetapkan sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia pada tanggal 27 Desember melalui Keputusan Presiden Indonesia Nomor tahun [1] Pekerjaan yang ditekuninya adalah sebagai orator dan penulis.

Agus Salim menguasai 4 bahasa asing di Eropa (bahasa Belanda, bahasa Inggris, bahasa Jerman dan bahasa Prancis), 2 bahasa asing di Timur Tengah (bahasa Arab dan bahasa Turki), serta bahasa Jepang.[2]

Latar belakang

[sunting | sunting sumber]

Agus Salim lahir dari pasangan Soetan Salim gelar Soetan Mohamad Salim dan Siti Zainab.

Jabatan terakhir ayahnya adalah Jaksa Kepala di Pengadilan TinggiRiau.[3]

Pendidikan dasar ditempuh di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah khusus bagi anak-anak Eropa, kemudian dilanjutkan ke Hoogere Burgerschool (HBS) Koning Willem III (Kawedrie) di Batavia. Ketika lulus, ia berhasil menjadi alumnus terbaik di HBS se-Hindia Belanda.

Setelah lulus, Salim bekerja sebagai penerjemah dan pembantu notaris pada sebuah kongsi pertambangan di Indragiri. Pada tahun , Salim berangkat ke Jeddah, Arab Saudi untuk bekerja di Duta besar Belanda di sana.

Biografi Singkat Haji Agus Salim, Seorang Siswa yang Terkenal ... Haji Agus Salim ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 27 Desember melalui Keppres nomor tahun Halaman Pembicaraan. Sekembalinya ke tanah air, Agus Salim bergabung dengan Sarekat Islam, organisasi besar yang menjadi wadah perjuangan rakyat Indonesia. Dengan keterampilan bahasa dan pengetahuannya yang luas, ia mampu membangun hubungan internasional yang memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.

Pada periode inilah Salim berguru pada Syaikh Ahmad Khatib, yang masih merupakan pamannya.

Pada tahun , Salim membuka sekolah dasar berbahasa Belanda, Hollandsch-Inlandsche School (HIS) atau disebut Sekolah Dasar Bumi Putera dengan statusnya sebagai sekolah swasta.[4] Kemudian pada tahun ia terjun ke dunia jurnalistik di Harian Neratja sebagai Wakil Redaktur.

Setelah itu diangkat menjadi Ketua Redaksi. Agus Salim menikah dengan Zaenatun Nahar Almatsier dan dikaruniai 10 orang anak.[5] Kesepuluh anaknya ini dua diantaranya meninggal sewaktu kecil, sehingga kedelapan anak beliau terdiri dari empat orang anak laki-laki dan empat orang perempuan.[6] Kegiatannya dalam bidang jurnalistik terus berlangsung hingga akhirnya pada tahun beliau menjadi Pemimpin Harian Hindia Baroe di Jakarta.

Pada tahun Kemudian mendirikan Surat kabar Fadjar Asia bersama HOS Tjokroaminoto. Dan selanjutnya sebagai Redaktur Harian Moestika di Kota Yogyakarta dan membuka kantor Advies en Informatie Bureau Penerangan Oemoem (AIPO). Karangan beliau banyak di muat di beberapa surat kabar seperti Neraca, Mustika, Fajar Asia Hindia Baru, Keng Po Dunia Islam, Het Licht, Pujangga Baru Hikmah, Mimbar Agama, Moslemse Reveil, Indonesia Revue.

Keterangan singkat h agus salim dan Kemudian mendirikan Suratkabar Fadjar Asia. In the spring of , Salim and his wife lived for six months in Ithaca, New York , where he delivered guest lectures at Cornell University. Related posts. Dalam menghadapi tantangan hari ini, nilai-nilai yang ia bawa tetap relevan sebagai panduan moral dan etika bagi generasi penerus.

[7] Bersamaan dengan itu ia juga terjun dalam dunia politik sebagai pemimpin Sarekat Islam.,

Karya tulis

[sunting | sunting sumber]

  • Riwayat Kedatangan Islam di Indonesia
  • Dari Hal Ilmu Quran
  • Muhammad voor en na de Hijrah
  • Gods Laatste Boodschap
  • Jejak Langkah Haji Agus Salim (Kumpulan karya Agus Salim yang dikompilasi koleganya, Oktober )
  • Hoekoem yang ke lima
  • Tauhid[8]

Karya terjemahan

[sunting | sunting sumber]

Karier politik

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun , H.

Agus Salim bergabung dengan Sarekat Islam dan menjadi pemimpin kedua setelah Oemar Said Tjokroaminoto.

Peran H. Agus Salim pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia antara lain:

Di antara tahun ia laksana bintang cemerlang dalam pergolakan politik Indonesia, sehingga kerap kali digelari "Orang Tua Besar" (The Grand Old Man).

Ia pun pernah menjabat Menteri Luar Negeri Indonesia pada kabinet presidensial dan pada tahun sampai akhir hayatnya dipercaya sebagai Penasehat Menteri Luar Negeri.

Pada tahun , ia menjabat Ketua di Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia. Biarpun penanya tajam dan kritikannya pedas namun Haji Agus Salim dikenal masih menghormati batas-batas dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

  • Videos
  • Kompas.comBiografi Agus Salim, The Grand Old Man IndonesiaApr 12, 2022
  • Setelah mengundurkan diri dari dunia politik, pada tahun ia mengarang buku dengan judul Bagaimana Takdir, Tawakal dan Tauchid harus dipahamkan? yang lalu diperbaiki menjadi Keterangan Filsafat Tentang Tauchid, Takdir dan Tawakal.

    Ia meninggal dunia pada 4 November di RSU Jakarta dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

    Namanya kini diabadikan untuk stadion sepak bola di Kota Padang.

    Dalam budaya populer

    [sunting | sunting sumber]

    Galery

    [sunting | sunting sumber]

    • Agus Salim

    Referensi

    [sunting | sunting sumber]

    1. ^Daftar Nama Pahlawan Nasional Republik IndonesiaDiarsipkan di Wayback Machine., Departemen Sosial RI Online, Januari Diakses 26 Agustus
    2. ^Syukur, Yanuardi ().

      Menulis di Jalan Tuhan. Sleman: Deepublish.

      Biografi h agus salim Early life [ edit ]. Karya tulis. With the help of banker Margono Djojohadikusumo grandfather of Prabowo Subianto , the two breached the Dutch naval blockade with a plane carrying contraband vanilla to Singapore. Salim was posthumously declared a National Hero in

      hlm.&#; ISBN&#;&#;

    3. ^%?sequence=3&isAllowed=y[pranala nonaktif permanen]
    4. ^Templat:Mukayat. Haji Agus Salim., hlm 13
    5. ^"Memimpin Itu Menderita, Seperti Agus Salim". .&#;
    6. ^Templat:Mukayat., hlm14
    7. ^Templat:Mukayat, Haji Agus Salim.

      Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, , hlm48

    8. ^Risalah Sidang BPUPKI PPKI. Cetakan Kedua Edisi III, hlm

    Pranala luar

    [sunting | sunting sumber]